Thursday, February 20, 2020
Home > Lifestyle > Ajak anak anda untuk melakukan aktivitas diluar ruangan yuk!

Ajak anak anda untuk melakukan aktivitas diluar ruangan yuk!

Ajak anak anda untuk melakukan aktivitas diluar ruangan yuk!

Pada awal 1980-an, seorang ahli biologi Universitas Harvard bernama Edward O. Wilson mengusulkan teori yang disebut biofilia: bahwa manusia secara naluriah tertarik pada lingkungan alami mereka. Namun, banyak orang tua abad ke-21 akan mempertanyakan teori ini, ketika mereka menyaksikan anak-anak mereka mengekspresikan preferensi yang jelas untuk lebih memilih duduk di sofa di dan menonton TV daripada bermain di luar. Kepanikan nasional tentang anak-anak yang menghabiskan terlalu banyak waktu di dalam ruangan telah menjadi sangat ekstrem sehingga krisis tersebut memiliki nama tersendiri yaitu Nature-Deficit Disorder. beberapa orang masih menyebutnya sebagai gangguan retoris, anak-anak jelas menghabiskan lebih banyak waktu di dalam rumah daripada di luar. Pergeseran ini sebagian besar disebabkan oleh teknologi

Richard Louv, penulis buku Last Child in the Woods: saving our kids from Nature-Deficit Disorder, menceritakan kisah mewawancarai seorang anak yang mengatakan kepadanya bahwa dia lebih suka bermain di dalam rumah daripada di luar rumah karena anak tersebut merasakan bahwa dirinya mendapatkan semua kebahagiaan dengan berdiam diri dirumah memainkan gadget atau menonton televise. Meningkatnya ketakutan orangtua tentang penyakit dan bahaya bermain di luar membuat hal tersebut menjadi kebiasaan anak-anak tidak main keluar, meskipun terbukti sebaliknya. Dan ketika pinggiran kota dan pinggiran kota terus berkembang, alam semakin sedikit dan anak-anak tampaknya cenderung kurang bermain bersama teman-temannya di halaman luar atau lapangan. Sebagian orang menganggap bermain diluar rumah tidak aman, padahal tidak demikian.

Kenapa anak harus main keluar?

Studi terbaru telah mengungkap manfaat bahkan keharusan menghabiskan waktu di luar, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Beberapa berpendapat bahwa itu bisa berupa lingkungan luar rumah saja. Beberapa mengklaim itu harus menjadi lingkungan “hijau” lingkungan dengan pohon dan daun. Dan kebanyakan menggambarkan pergi keluar yaitu pergi ke suatu tempat dengan tanaman hijau yang dapat bermanfaat bagi kesehatan mental. Terlepas dari nuansa ini, sebagian besar penelitian sepakat bahwa anak-anak yang bermain di luar lebih pintar, lebih bahagia, lebih perhatian, dan tidak cepat cemas daripada anak-anak yang menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan. Meskipun tidak jelas bagaimana tepatnya fungsi kognitif dan peningkatan suasana hati terjadi, ada beberapa hal yang kami ketahui tentang mengapa alam baik untuk pikiran anak-anak.

  • membangun kepercayaan diri. Ada cara tak terbatas untuk berinteraksi dengan lingkungan luar, dari halaman belakang ke taman ke jalur hiking atau danau setempat, dan membiarkan anak Anda memilih cara dia memperlakukan alam berarti dia memiliki kekuatan untuk mengendalikan tindakannya sendiri.
  • Mengasah kreativitas dan imajinasi. Gaya permainan yang tidak terstruktur ini juga memungkinkan anak-anak berinteraksi secara bermakna dengan lingkungan mereka. Mereka dapat berpikir lebih bebas, merancang kegiatan mereka sendiri, dan mendekati dunia dengan cara-cara inventif.
  • Melatih tanggung jawab. Makhluk hidup mati jika diperlakukan salah atau tidak dirawat dengan benar, dan mempercayakan anak untuk menjaga bagian-bagian hidup dari lingkungan mereka berarti mereka akan belajar apa yang terjadi ketika mereka lupa menyirami tanaman, atau menarik bunga keluar dari akarnya.
  • mengurangi stres dan kelelahan.
  • Sebagian besar cara berinteraksi dengan alam melibatkan lebih banyak pergerakan daripada duduk di sofa. Anak Anda tidak harus bergabung dengan tim sepak bola setempat atau mengendarai sepeda melalui taman, bahkan hanya dengan berjalan-jalan akan membuat darahnya memompa seperti sedang berolahraga. Tidak hanya olahraga yang baik untuk tubuh anak-anak, tetapi juga membuat mereka lebih fokus, yang khususnya bermanfaat bagi anak-anak dengan ADHD.